Breaking News
Loading...
Kamis, 11 Oktober 2012

Mengenal Madu

04.40

MADU- Memang Obat yang Istimewa

Bagaimana tidak istimewa. Bila obat-obatan lain harus melalui percobaan atau penelitian untuk mengetahui khasiatnya, maka tidak demikian dengan madu. Khasiat madu langsung diberitakan oleh Allah di dalam al-Qur’an dan melalui petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam.
Keistimewaan lainnya, madu merupakan cairan yang dihasilkan dari binatang yang mendapat ilham (petunjuk) dari Allah untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang memberi manfaat bagi manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qoyyim Al Jauziyah bahwa lebah merupakan binatang yang paling banyak manfaat dan barakahnya.
Allah berfirman:


dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",
 kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.


Bila kita melihat kehidupan lebah, tidak ada perasaan yang muncul kecuali rasa takjub. Bagaimana mereka membuat sarang, bagaimana mereka mengatur tugas diantara mereka, bagaimana mereka menjaga sarangnya dari berbagai macam bahaya, bagaimana mereka mencari bunga untuk bahan makanan, semua berjalan begitu rapi dan sempurna.
Ini merupakan perwujudan dari ilham yang Allah berikan kepada lebah. Yaitu mereka memiliki keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki oleh binatang lain.
Bentuk ilham yang Allah berikan kepada lebah sangatlah banyak, diantaranya:
Lebah mampu untuk membuat rumahnya di gunung-gunung, pohon-pohon, atau pada tempat-tempat yang dibuat manusia khusus untuk mereka. Rumah lebah sangat bagus, kokoh, dan tidak ada celah yang rusak sehingga musuh tidak bisa masuk.
Dalam hal makanan, lebah bisa makan semua jenis buah dan bunga, lalu menghasilkan madu sesuai jenis nektarnya.
Allah memberi kemudahan pada lebah untuk menempuh perjalanan yang panjang dan berat, menyusuri lembah-lembah yang luas, gunung-gunung yang menjulang, dan daratan yang ganas. Bahkan lebah bisa membawa sarang dan madunya berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Lebah membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain. Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit. Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat.
Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai menbangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat pereancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah. Subhanallah!!.


Tips – Menyimpan Madu

Tentu kita akan merasa sayang sekali jika madu yang kita miliki rusak karena kita salah menyimpan. Madu sebenarnya makanan yang tahan lama dan tidak akan rusak selama tahunan, bahkan pernah ditemukan madu Mesir yang sudah berusia 5000 tahun dan kualitasnya masih baik. Yang membuat madu menjadi rusak adalah kandungan air di dalam madu, dan sifat madu yang hidroskopis (menarik air) sehingga membuat madu jadi gampang bereaksi dengan lingkungan sekitar atau mengalami fermentasi.
Ada 3 (tiga) hal pokok dalam menyimpan madu:

1. Simpan di wadah yang terbuat dari kaca, dan tertutup rapat. Jika menyimpan madu di wadah yang mengandung logam atau plastik, ditakutkan asam pada madu akan bereaksi dengan wadah dan menjadi racun jika dikonsumsi. Menutup wadah rapat-rapat untuk mencegah madu menyerap uap air dari lingkungan (sifat hidroskopis), karena madu sendiri sudah mengandung air sekitar 10-20% (standart FAO)

    2. Simpan di tempat yang kering, dengan suhu ruangan 10-27 derajat Celcius. Karena sifat hidroskopis maka madu bisa menyerap uap air di lingkungan dan menyebabkan madu terfermentasi dan menghasilkan alkohol. Menyimpan madu di lemari es bisa menyebabkan madu menjadi beku dan merusak beberapa enzym penting yang berguna bagi tubuh.

 3.  Hindarkan dari tempat yang terkena cahaya matahari atau panas.
Madu apabila terkena cahaya matahari atau panas secara langsung bisa membuat zat anti bakteri menjadi rusak.

kami juga menjual madu asli Seribu Bunga untuk botol besar dan botol kecil gepeng. Anda dapat pesan melalui blog ini atau hubungi 085729762813. tks,

l 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer